Didit Hediprasetyo dan Sang Ibu Jadi Sorotan Saat Menikmati Karya Seni di Art Jakarta

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Pergelaran Art Jakarta 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu simpul utama ekosistem seni kontemporer di kawasan Asia Pasifik. Pameran yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, ini menghadirkan tak kurang dari 75 galeri ternama dari Indonesia maupun internasional. Namun, di tengah hamparan ribuan karya seni dan lalu lalang ribuan pengunjung, kehadiran perancang busana Didit Hediprasetyo bersama ibundanya, Titiek Soeharto, menjadi salah satu sorotan utama.

Pasangan ibu dan anak dari figur publik ini menyita perhatian banyak mata sejak awal kedatangan mereka di area pameran. Gaya berbusana dan pembawaan Didit yang tenang serta elegan berpadu pas dengan kehangatan sang ibu. Para seniman, kolektor, dan pengunjung lain beberapa kali mengamati interaksi keduanya saat menyusuri stan-stan galeri. Kehadiran mereka memberi atmosfer khusus di tengah riuhnya suasana JIExpo Kemayoran.

Momen Hangat Didit Hediprasetyo Bersama Sang Ibu

Selama berada di dalam pameran, Didit dan Titiek tidak terburu-buru. Mereka memberikan waktu yang cukup untuk mengamati beragam medium seni, mulai dari seni lukis, instalasi kontemporer, hingga karya rupa tiga dimensi seperti patung. Aura profesionalitas Didit sebagai desainer internasional sangat terasa ketika ia mengamati eksplorasi warna, bentuk, dan pilihan material dari para seniman. Sementara itu, keikutsertaan Titiek Soeharto mempertegas kesan bahwa seni memiliki daya tarik universal bagi berbagai kalangan dan generasi.

Sebagai tempat berkumpulnya para pelaku industri kreatif, kurator, dan institusi seni, Art Jakarta 2026 terbukti menjadi ruang terbuka bagi semua orang untuk berinteraksi. Sorotan publik terhadap kebersamaan Didit dan Titiek Soeharto memperlihatkan bahwa ruang seni tak hanya milik para pakar, melainkan juga menjadi wadah apresiasi budaya yang inklusif dan memikat.

Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terbaru