Operasi Patuh Mahakam Bontang memasuki hari ketiga pada Rabu, 28 Oktober 2026. Operasi penertiban lalu lintas ini berlangsung selama 14 hari, mulai Senin, 26 Oktober 2026, hingga Minggu, 8 November 2026. Memasuki hari ketiga, Satuan Lalu Lintas Polres Bontang kembali mengingatkan pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi perlengkapan berkendara sebelum berangkat.
Dalam operasi ini, polisi mengedepankan penindakan langsung di tempat atau on the spot. Artinya, petugas akan menindak pengendara yang melanggar aturan di jalan langsung di lokasi. Karena itu, pengendara tidak bisa mengandalkan alasan terburu-buru atau tidak mengetahui aturan. Petugas memperhatikan setiap pelanggaran yang tampak jelas di jalan.
Tujuh Sasaran Penindakan Operasi Patuh Mahakam Bontang
Ada tujuh sasaran utama yang menjadi perhatian dalam operasi ini. Pertama, pengendara yang tidak memakai helm atau memakai helm non-SNI. Kedua, pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang. Ketiga, pengendara yang melawan arus. Keempat, pengendara yang menerobos lampu merah.
Selanjutnya, sasaran kelima adalah penggunaan knalpot brong yang suaranya mengganggu dan tidak sesuai ketentuan. Keenam, pengemudi atau penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman. Ketujuh, pengendara yang bermain HP saat berkendara. Selain itu, ketujuh sasaran tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lain.
Di samping itu, pengendara perlu memeriksa kondisi kendaraan sebelum menggunakannya. Helm berstandar SNI sebaiknya terpasang dengan benar, bukan sekadar dibawa atau digantung di motor. Sabuk pengaman pun perlu terpakai sejak kendaraan mulai berjalan. Sementara itu, simpan HP dan jangan gunakan selama berkendara, kecuali kendaraan sudah berhenti di tempat yang aman.
60 Persen Penindakan dan 40 Persen Edukasi
Petugas membagi pelaksanaan operasi ini ke dalam dua porsi, yaitu 60 persen penindakan dan 40 persen edukasi serta sosialisasi. Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo menyampaikan porsi tersebut melalui Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi. Dengan pembagian itu, operasi tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya memberi pemahaman kepada masyarakat.
Melalui porsi edukasi, petugas menyampaikan aturan lalu lintas dan mengingatkan risiko pelanggaran kepada pengendara. Karena itu, mereka bisa menjelaskan aturan yang berlaku langsung kepada pengendara yang mereka temui di lapangan. Harapannya, pemahaman tersebut membuat pengendara tertib bukan hanya saat ada petugas, tetapi juga saat berkendara sehari-hari.
Apel Gelar Pasukan Libatkan Enam Unsur Gabungan
Pada Senin, 26 Oktober 2026, apel gelar pasukan mengawali Operasi Patuh Mahakam 2026 di Bontang di halaman Mako Polres Bontang. Apel tersebut melibatkan enam unsur gabungan, yaitu Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, RAPI, dan Senkom. Penyelenggara berharap kerja sama lintas instansi ini membuat pengawasan di jalan berjalan lebih luas dan terkoordinasi.
Pemerintah Kota Bontang menyatakan dukungan terhadap operasi ini. Anwar Sadat, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, menghadiri apel gelar pasukan mewakili Wali Kota Bontang sebagai wujud dukungan tersebut. Sementara itu, Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah juga hadir dalam apel tersebut. Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan bahwa ketertiban lalu lintas menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian.
Imbauan untuk Pengendara Selama Operasi Berlangsung
Operasi Patuh Mahakam Bontang masih akan berjalan hingga 8 November 2026. Karena itu, pengendara di Bontang perlu menjadikan hari-hari ke depan sebagai momentum untuk membiasakan diri tertib berlalu lintas. Gunakan helm SNI, patuhi lampu lalu lintas, jangan melawan arus, dan jangan bermain HP saat berkendara.
Di samping itu, orang tua juga perlu mengawasi anak yang menggunakan kendaraan bermotor. Pastikan anak yang berkendara sudah cukup umur dan memahami aturan dasar di jalan. Dengan kepatuhan bersama, kita berharap Operasi Patuh Mahakam Bontang tidak hanya menekan pelanggaran selama 14 hari, tetapi juga menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas yang bertahan setelah operasi berakhir.
Sumber Berita : Radar Kaltim, Pranala.co











