Program Makan Bergizi Gratis di Bontang Kembali Tertunda, Warga Harapkan Kepastian

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bontang – Pelaksanaan program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat dan rencananya akan diterapkan di Kota Bontang kembali mengalami penundaan. Meskipun program ini digadang-gadang sebagai salah satu solusi mengatasi stunting dan gizi buruk di kalangan pelajar, hingga awal Juni 2025, pelaksanaannya belum juga terealisasi.

Penundaan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang telah mengumumkan bahwa program makan bergizi gratis akan mulai dijalankan pada awal tahun 2025. Namun, beberapa kendala teknis dan administrasi membuat jadwal tersebut mundur hingga Maret, dan kini kembali molor tanpa kepastian waktu yang jelas.

Alasan Penundaan Pelaksanaan

Menurut keterangan dari Dinas Pendidikan Kota Bontang, salah satu penyebab utama keterlambatan pelaksanaan program ini adalah belum rampungnya proses verifikasi data penerima manfaat dan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti dapur umum serta distribusi logistik.

“Proses pendataan siswa yang menjadi target program makan bergizi gratis masih berlangsung. Kami juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat terkait anggaran dan pelaksanaannya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Bontang, Rahmat Taufik, dalam konferensi pers, Senin (9/6).

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin gegabah menjalankan program tanpa persiapan matang karena menyangkut aspek kesehatan dan keselamatan siswa.

Target dan Harapan Program

Program makan bergizi gratis ini menyasar siswa dari jenjang PAUD hingga SMP negeri di seluruh wilayah Kota Bontang. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang guna mendukung tumbuh kembang mereka.

Wali Kota Bontang, Basri Rase, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah kota sangat mendukung program nasional ini dan telah mengalokasikan anggaran pendamping dari APBD. “Kami ingin anak-anak Bontang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik. Karena itu, program ini sangat penting,” katanya dalam acara Musrenbang beberapa waktu lalu.

Namun, harapan masyarakat terhadap realisasi program ini mulai memudar karena belum adanya kepastian waktu pelaksanaan. Banyak orang tua siswa berharap agar program ini segera dijalankan, mengingat beban biaya hidup yang semakin meningkat.

Respons Masyarakat

Di tengah ketidakpastian, masyarakat mulai mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan program tersebut. Nurhayati, seorang ibu dari siswa kelas 3 SD di Bontang Utara, mengaku kecewa dengan penundaan ini.

“Saya sangat menunggu program makan bergizi gratis ini. Katanya Januari mulai, terus mundur ke Maret, sekarang sudah Juni belum ada kabar lagi. Anak saya sering sarapan seadanya sebelum berangkat sekolah,” keluhnya.

Senada dengan itu, Ali, warga Loktuan, juga menyuarakan keresahannya. “Program seperti ini jangan sampai hanya jadi janji politik. Kalau memang ada kendala, tolong dijelaskan secara transparan ke masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Diminta Transparan dan Sigap

Pakar kebijakan publik dari Universitas Mulawarman, Dr. Eko Saputro, menilai bahwa keterlambatan program seperti ini harus menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah maupun pusat. Menurutnya, program makan bergizi gratis yang melibatkan lintas sektor memerlukan koordinasi yang baik dan perencanaan matang.

“Pemerintah daerah harus transparan mengenai penyebab keterlambatan, dan masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas dan rutin. Jika tidak, kepercayaan terhadap program sosial akan menurun,” kata Dr. Eko.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam implementasi program ini nantinya, agar tidak disalahgunakan dan benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan.

Rencana Ke Depan

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti kapan program makan bergizi gratis di Bontang akan mulai dijalankan. Dinas Pendidikan menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, untuk mempercepat kesiapan program.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bontang berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat dan segera mengumumkan tanggal pelaksanaan begitu semua persiapan selesai.

“Kami minta masyarakat bersabar. Kami tidak ingin program ini asal jalan tapi tidak berkualitas. Kami ingin hasilnya maksimal,” tutup Kepala Dinas Pendidikan Bontang.

Penundaan pelaksanaan program makan bergizi gratis di Bontang menjadi perhatian publik, terutama para orang tua dan pemerhati pendidikan. Program ini dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan mencegah masalah stunting sejak dini. Pemerintah daerah didesak untuk lebih transparan dalam penyampaian informasi dan sigap dalam menyelesaikan berbagai kendala teknis. Harapannya, program yang bertujuan mulia ini bisa segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Bontang.

Berita Terkait

Negara Hadir di Tengah Duka, Menhan Sjafrie Kunjungi Keluarga Korban Gempa di Nagekeo
Usai Upacara Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Langsung Terbang ke NTT Bersama 20 Ton Bantuan
Sjafrie Sjamsoeddin: Jabatan Bukan Tujuan, Kehormatan Adalah Dasar Pengabdian
TNI AL Tegaskan Passing Exercise dengan China Bukan Latihan Perang
Bangga! Rafale TNI AU Siap Mengudara di HUT ke-81 RI, Simbol Kekuatan Baru Indonesia
Perkara Satkomhan Dikaitkan dengan Sjafrie, Kronologi Tunjukkan Program Bergulir Sejak 2015
Sinergi TNI–Pertamina Amankan Distribusi BBM, Antrean SPBU di Sumut Berangsur Normal
CEO Cyvernix Mas Ghif Kenalkan Personal AI Assistant Multitasking Untuk Produktivitas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Negara Hadir di Tengah Duka, Menhan Sjafrie Kunjungi Keluarga Korban Gempa di Nagekeo

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:37 WIB

Usai Upacara Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Langsung Terbang ke NTT Bersama 20 Ton Bantuan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Sjafrie Sjamsoeddin: Jabatan Bukan Tujuan, Kehormatan Adalah Dasar Pengabdian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:39 WIB

TNI AL Tegaskan Passing Exercise dengan China Bukan Latihan Perang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Bangga! Rafale TNI AU Siap Mengudara di HUT ke-81 RI, Simbol Kekuatan Baru Indonesia

Berita Terbaru

Internasional

TNI AL Tegaskan Passing Exercise dengan China Bukan Latihan Perang

Kamis, 13 Agu 2026 - 18:39 WIB