Tanjung Laut, 13 Mei 2025 — Pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan resmi mengumumkan bahwa Pelabuhan Tanjung Laut Indah akan mulai melayani kapal penumpang pada semester kedua tahun 2025. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor Gubernur Kalimantan Timur, yang dihadiri oleh pejabat Kementerian Perhubungan, otoritas pelabuhan, serta perwakilan perusahaan pelayaran nasional. Infrastruktur dan fasilitas terminal penumpang yang kini tengah dalam tahap penyelesaian akhir, dipastikan siap digunakan mulai Juli 2025.
Infrastruktur Diperbarui, Fasilitas Ramah Penumpang
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Ir. Bambang Hidayat, menyatakan bahwa revitalisasi Pelabuhan Tanjung Laut Indah telah berlangsung sejak awal 2023 dan mencakup pembangunan dermaga khusus penumpang, ruang tunggu berpendingin udara, area check-in modern, serta sistem keamanan pelabuhan berbasis digital.
“Selama ini, Pelabuhan Tanjung Laut Indah hanya digunakan untuk aktivitas bongkar muat logistik. Namun, dengan perkembangan wilayah dan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, perluasan fungsi pelabuhan menjadi langkah penting,” ujar Bambang.
Selain itu, pelabuhan juga akan dilengkapi dengan jalur pedestrian yang ramah difabel, fasilitas sanitasi bersih, dan area UMKM yang menampilkan produk lokal. Semua ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan laut yang nyaman bagi pengguna jasa.
Dorong Pariwisata dan Aksesibilitas Wilayah Pesisir
Penambahan layanan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Laut Indah diperkirakan akan berdampak positif pada sektor pariwisata di wilayah pesisir Kalimantan Timur. Beberapa destinasi wisata unggulan seperti Pulau Derawan, Maratua, dan pesisir Berau akan lebih mudah diakses dari pelabuhan ini.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ratna Wulandari, menyambut baik pembukaan layanan penumpang ini. “Konektivitas yang baik adalah kunci pengembangan pariwisata. Kini wisatawan yang datang melalui jalur laut akan memiliki opsi langsung melalui Tanjung Laut Indah. Ini akan memangkas waktu tempuh dan biaya perjalanan,” ungkapnya.
Operator Kapal Siap Buka Rute Baru
Sejumlah operator kapal pelayaran domestik seperti Pelni, Dharma Lautan Utama, dan ASDP telah menyatakan komitmennya untuk membuka rute baru dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Laut Indah. Rute yang tengah dikaji meliputi jalur ke Balikpapan, Makassar, Surabaya, dan Parepare.
Manager Operasional PT Pelni wilayah Kalimantan, Yudi Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba pelayaran penumpang mulai awal Juli 2025 dengan frekuensi keberangkatan dua kali seminggu. Jika animo masyarakat tinggi, frekuensi dan jumlah kapal akan ditingkatkan secara bertahap.
Dukungan Masyarakat dan Pelaku Usaha
Masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Laut menyambut antusias perubahan fungsi pelabuhan ini. Para pelaku usaha lokal, termasuk pengelola penginapan dan pedagang kuliner, berharap kehadiran penumpang kapal akan meningkatkan omset dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Sebelumnya pelabuhan ini sepi kalau tidak ada pengiriman barang. Sekarang kami bersiap untuk menyambut wisatawan dan penumpang dengan berbagai produk unggulan dari Tanjung Laut,” kata Lilis, seorang pelaku usaha kuliner yang telah membuka kedai di sekitar pelabuhan.
Proyeksi dan Harapan Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, pemerintah daerah menargetkan Pelabuhan Tanjung Laut Indah menjadi salah satu simpul transportasi laut utama di Kalimantan Timur. Selain meningkatkan pelayanan penumpang, pelabuhan ini juga diharapkan dapat menjadi pusat logistik terpadu, yang mampu menampung kapal-kapal niaga berskala lebih besar.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Haryo Santoso, menegaskan bahwa transformasi pelabuhan ini adalah bagian dari program nasional pengembangan pelabuhan terpadu di kawasan timur Indonesia.
“Dengan peningkatan fungsi dan fasilitas, Pelabuhan Tanjung Laut Indah diharapkan menjadi contoh bagaimana pelabuhan regional bisa tumbuh menjadi simpul strategis dalam jaringan maritim nasional,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya layanan kapal penumpang mulai pertengahan 2025, Pelabuhan Tanjung Laut Indah akan memainkan peran vital dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pariwisata kawasan. Langkah ini juga menjadi simbol transformasi infrastruktur maritim daerah menuju layanan publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.











