Bontang – Dalam upaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan warganya, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, Kalimantan Timur, meluncurkan inovasi layanan berbasis komunitas berupa “Mobil Baca”. Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah kelurahan untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
Lurah Tanjung Laut Indah, Rifqi Ardian, mengungkapkan bahwa program ini merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah kelurahan dengan komunitas literasi lokal dan dukungan dari perpustakaan daerah. Mobil Baca akan beroperasi secara berkala dengan rute yang telah ditentukan, menyambangi titik-titik padat penduduk dan wilayah yang minim fasilitas baca.
“Kami melihat masih ada kesenjangan akses terhadap bahan bacaan di beberapa RT. Dengan Mobil Baca ini, kami ingin hadir langsung di tengah-tengah warga, khususnya anak-anak yang haus akan pengetahuan tapi terkendala fasilitas,” ujar Rifqi saat acara peluncuran di halaman Kantor Kelurahan, Senin (22/4).
Menjangkau Hingga Pelosok RT
Mobil Baca ini merupakan kendaraan roda empat yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat memuat ratusan buku bacaan berbagai kategori, mulai dari buku anak-anak, komik edukatif, buku pelajaran, hingga novel dan buku agama. Mobil ini juga dilengkapi dengan tikar baca dan peralatan sederhana agar anak-anak bisa membaca dengan nyaman di luar ruangan.
Salah satu keunggulan dari Mobil Baca ini adalah fleksibilitasnya dalam menjangkau lokasi-lokasi yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar. Beberapa titik seperti RT 11, RT 15, dan RT 18 disebut sebagai lokasi prioritas karena terbatasnya fasilitas perpustakaan mini atau taman baca.
Menurut Nurul Fitriani, pegiat literasi yang turut andil dalam pengelolaan Mobil Baca, pendekatan mobile ini terbukti efektif dalam menarik minat baca anak-anak, terutama jika dipadukan dengan kegiatan dongeng atau lomba kecil-kecilan.
“Kami tidak hanya menyediakan buku, tapi juga membuat kegiatan tematik seperti sesi membaca bersama, kuis literasi, atau mendongeng. Itu membuat anak-anak antusias dan merasa membaca itu menyenangkan,” jelas Nurul.
Respons Positif Warga
Peluncuran Mobil Baca disambut antusias oleh warga. Banyak orang tua yang merasa terbantu dengan adanya fasilitas ini karena mereka kesulitan menyediakan bahan bacaan yang variatif di rumah.
Sulastri, warga RT 15, mengatakan bahwa anaknya kini menanti-nantikan kedatangan Mobil Baca setiap pekan.
“Biasanya anak saya lebih sering main gawai. Tapi setelah kenal Mobil Baca, dia jadi suka baca buku cerita. Bahkan suka ngajak teman-temannya untuk ikut,” ujar Sulastri dengan senyum bangga.
Program ini juga mendapat apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang. Kepala Dinas, Drs. M. Yusuf, menyebut inisiatif ini sejalan dengan program literasi inklusif yang tengah digalakkan pemerintah kota.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan literasi berbasis kelurahan ini. Harapannya bisa direplikasi di kelurahan lain. Semakin dekat akses terhadap buku, maka semakin tinggi potensi tumbuhnya generasi yang cerdas dan kritis,” katanya.
Tantangan dan Harapan
Meski berjalan lancar di tahap awal, Rifqi Ardian mengakui bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan koleksi buku hingga kebutuhan relawan untuk mendampingi kegiatan literasi.
Untuk itu, pihak kelurahan membuka peluang bagi warga yang ingin menyumbangkan buku layak baca maupun bergabung sebagai relawan literasi. Ia berharap, ke depan Mobil Baca bisa diperbanyak jumlahnya dan dilengkapi dengan fasilitas digital, seperti tablet untuk akses e-book dan audio book.
“Literasi adalah investasi jangka panjang. Kami ingin menjadikan Tanjung Laut Indah sebagai kelurahan percontohan dalam gerakan literasi masyarakat. Ini bukan sekadar program, tapi gerakan bersama,” tegas Rifqi.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi berbasis kebutuhan warga, Mobil Baca Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari tingkat akar rumput. Gerakan ini tak hanya menghidupkan budaya membaca, tapi juga memperkuat ikatan sosial dan semangat belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat.











