Tragis di Muara Badak: Warga Disambar Buaya saat Cek Empang

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muara Badak, Kutai Kartanegara – Kejadian tragis menimpa seorang warga Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Senin (28/4/2025) pagi. Seorang pria dewasa dilaporkan disambar buaya saat sedang berada di empang miliknya, tepat di wilayah pesisir Sungai Mahakam yang memang dikenal sebagai habitat alami satwa liar tersebut.

Peristiwa ini menghebohkan warga setempat karena korban, yang dikenal sebagai petani ikan air tawar, mengalami luka serius akibat serangan mendadak dari reptil predator itu. Menurut informasi yang dihimpun dari warga dan pihak kepolisian, korban sedang mengecek kondisi empang seperti biasanya ketika tiba-tiba muncul seekor buaya dari dalam air dan langsung menyerang.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi mata, korban bernama Sahrul (42), warga Desa Gas Alam, berangkat pagi-pagi ke empang untuk memeriksa kondisi kolam dan memberi makan ikan. Namun, sekitar pukul 07.30 WITA, terdengar teriakan minta tolong dari arah empang. Beberapa warga yang sedang berada tidak jauh dari lokasi langsung bergegas menuju tempat kejadian.

“Awalnya kami kira dia terjatuh atau tergelincir. Tapi pas kami dekati, terlihat seekor buaya besar menyeret Pak Sahrul ke tengah empang,” ujar Arman, salah satu warga yang berada di lokasi.

Warga yang panik mencoba mengusir buaya tersebut dengan melempar batu dan menggunakan bambu panjang untuk menakut-nakutinya. Beruntung, buaya akhirnya melepaskan korban setelah beberapa menit, meski tubuh Sahrul sudah dalam kondisi terluka parah.

Baca Juga :  Evakuasi Terhambat Kabut Tebal, Satu Korban KMP Muchlisa Berhasil Ditemukan

Korban Selamat Namun Luka Serius

Tim medis dari Puskesmas Muara Badak langsung memberikan pertolongan pertama sebelum korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti di Tenggarong. Berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit, korban mengalami luka robek cukup dalam di bagian kaki dan tangan akibat gigitan buaya.

“Korban mengalami trauma fisik dan psikis. Saat ini masih dirawat intensif di ruang bedah,” ujar dr. Lestari, salah satu tenaga medis yang menangani korban.

Pihak keluarga berharap agar kejadian ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, mengingat kawasan empang di Muara Badak kerap menjadi tempat munculnya buaya liar.

Habitat Buaya di Muara Badak

Muara Badak memang dikenal sebagai salah satu kawasan di Kalimantan Timur yang memiliki banyak empang dan lahan perairan yang terhubung langsung ke Sungai Mahakam. Sungai ini merupakan rumah bagi spesies buaya muara (Crocodylus porosus), salah satu jenis buaya terbesar dan paling agresif di dunia.

Menurut data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, beberapa laporan kemunculan buaya di area pemukiman warga di Muara Badak telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, belum ada penanganan terpadu yang efektif untuk meminimalisir konflik antara manusia dan satwa liar ini.

“Kawasan pesisir seperti Muara Badak memang rawan konflik karena banyak buaya mencari makan di wilayah empang atau tambak yang kaya akan ikan,” ungkap Wahyudi, petugas BKSDA yang turun ke lokasi.

Baca Juga :  Rahasia Sukses Jualan belanja online Lewat Moerahnie

Imbauan dan Tindakan Pencegahan

Pemerintah Kecamatan Muara Badak bersama aparat desa setempat segera mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Warga juga disarankan untuk tidak beraktivitas seorang diri di empang atau sungai, terutama saat pagi atau sore hari, yang dikenal sebagai waktu aktif buaya berburu.

“Kami sudah minta agar warga meningkatkan kewaspadaan, terutama yang memiliki empang di dekat sungai. Kami juga akan koordinasi dengan BKSDA untuk pemasangan rambu-rambu peringatan dan kemungkinan evakuasi buaya jika diperlukan,” ujar Camat Muara Badak, Zainuddin.

Harapan Warga Muara Badak

Insiden yang menimpa Sahrul menjadi peringatan keras akan pentingnya kesadaran lingkungan dan penanganan konflik satwa secara sistematis. Warga Muara Badak berharap ada upaya lebih serius dari pemerintah daerah dan pihak berwenang dalam hal pemetaan habitat buaya dan mitigasi risiko bagi masyarakat.

“Ini bukan yang pertama, dan bisa jadi bukan yang terakhir kalau tidak ada tindakan nyata. Kami butuh perlindungan,” kata Hasan, tokoh masyarakat setempat.

Peristiwa warga disambar buaya di Muara Badak menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di Kalimantan Timur. Diperlukan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga konservasi untuk mencegah kejadian serupa terulang. Edukasi, pemetaan habitat, serta penegakan zonasi aman menjadi kunci untuk menjaga keselamatan warga sekaligus melestarikan ekosistem buaya yang dilindungi.

Berita Terkait

Neni Tegur Lurah yang Mangkir Rapat Paripurna
Pertamina Bungkam soal Ledakan Sumur Minyak Sangasanga
Pemotor Dilindas Fuso di Tanah Merah, Satu Tewas di Tempat
SMP 8 Bontang Tambah Rombel, Terkendala Ruang Kelas
Tren Transaksi Sabu di Apartemen Kaltim: Modus Baru Bandar Narkoba
Maraknya Tambang Ilegal di Kaltim: Janji Aparat Dipertanyakan, JATAM Angkat Bicara
Program Makan Bergizi Gratis di Bontang Kembali Tertunda, Warga Harapkan Kepastian
Angka Kemiskinan di Tanjung Laut Indah Capai 931 Jiwa, Pemkot Diminta Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Juni 2025 - 14:14 WIB

Neni Tegur Lurah yang Mangkir Rapat Paripurna

Senin, 23 Juni 2025 - 14:43 WIB

Pertamina Bungkam soal Ledakan Sumur Minyak Sangasanga

Senin, 16 Juni 2025 - 14:17 WIB

Pemotor Dilindas Fuso di Tanah Merah, Satu Tewas di Tempat

Kamis, 12 Juni 2025 - 14:43 WIB

SMP 8 Bontang Tambah Rombel, Terkendala Ruang Kelas

Rabu, 11 Juni 2025 - 13:34 WIB

Tren Transaksi Sabu di Apartemen Kaltim: Modus Baru Bandar Narkoba

Berita Terbaru