Bontang, Kalimantan Timur – Aksi kriminal kembali menghebohkan warga Kota Bontang. Dua mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik dua bank berbeda dilaporkan dibobol oleh pelaku tak dikenal pada Senin dini hari (27/5). Peristiwa ini terjadi di dua lokasi terpisah namun diduga kuat saling berkaitan.
ATM yang menjadi sasaran pertama berada di kawasan Jalan MH Thamrin, tepat di depan salah satu minimarket 24 jam. Sementara ATM kedua dibobol di kawasan perumahan Bukit Indah. Kedua kejadian diketahui hampir bersamaan, yang mengindikasikan adanya aksi terkoordinasi dan direncanakan dengan matang.
Modus dan Kronologi Kejadian
Berdasarkan rekaman CCTV yang telah diamankan pihak kepolisian, pelaku menggunakan alat las dan linggis untuk membuka mesin ATM. Aksi pembobolan berlangsung kurang dari 10 menit di masing-masing lokasi, menunjukkan pelaku memiliki keahlian dan pemahaman teknis terhadap mesin ATM.
Kapolres Bontang, AKBP Andika Pratama, menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan awal, pelaku diperkirakan berjumlah dua hingga tiga orang. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan mengenakan helm serta jaket tebal untuk menyamarkan identitas.
“Kami sudah mengantongi beberapa petunjuk dari rekaman CCTV dan saksi di sekitar lokasi. Kami menduga ini bukan aksi pertama mereka,” ujar AKBP Andika saat memberikan keterangan pers, Selasa (28/5).
Kerugian dan Respons Bank
Pihak bank belum merilis secara resmi jumlah kerugian akibat pembobolan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan sementara, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kedua mesin ATM rusak parah dan kini tidak dapat digunakan.
Perwakilan dari Bank A dan Bank B yang menjadi korban pembobolan menyampaikan keprihatinan mereka dan telah melaporkan kejadian ini kepada otoritas berwenang.
“Kami akan bekerja sama penuh dengan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keamanan nasabah ke depannya,” kata Humas Bank A.
Keamanan ATM Dipertanyakan
Kasus ini memicu pertanyaan publik terkait sistem keamanan ATM di wilayah Bontang. Beberapa warga menyayangkan minimnya pengawasan di sekitar lokasi ATM, terutama pada malam hari.
“Sangat mengkhawatirkan. Harusnya ada petugas keamanan atau sistem alarm yang langsung terhubung ke kepolisian,” ujar Rina, salah satu warga yang sering menggunakan ATM di kawasan tersebut.
Pakar keamanan perbankan dari Universitas Mulawarman, Dr. Ferry Wijaya, menilai bahwa pembobolan ATM yang terjadi secara bersamaan menandakan lemahnya sistem keamanan fisik mesin ATM di daerah.
“Bank perlu memperkuat sistem keamanan dengan CCTV berkualitas tinggi, alarm otomatis, dan patroli rutin dari satuan pengamanan,” ujarnya.
Langkah Penanganan dan Imbauan Kepolisian
Polres Bontang saat ini membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku pembobolan. Mereka juga bekerja sama dengan tim forensik untuk mengidentifikasi sidik jari dan jejak lainnya yang mungkin tertinggal di lokasi kejadian.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar mesin ATM.
“Kami minta masyarakat tidak berspekulasi sendiri. Jika ada informasi atau petunjuk sekecil apa pun, segera laporkan ke kami,” tambah Kapolres.
Pembobolan dua ATM di Bontang menjadi pengingat keras akan pentingnya keamanan infrastruktur keuangan. Pihak bank dan otoritas keamanan diharapkan segera mengevaluasi sistem pengamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Polisi terus melakukan penyelidikan intensif dan berharap dapat segera mengungkap identitas para pelaku. Kasus ini kini menjadi perhatian serius di tingkat regional, mengingat modus operandi yang digunakan menunjukkan profesionalitas dan koordinasi yang rapi.











