Bontang Siap Gaspol! Sirkuit Balap Pertama Akan Dibangun, Ini Detail Lokasinya

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bontang di Provinsi Kalimantan Timur bakal mencatat sejarah baru dalam dunia olahraga otomotif. Pemerintah Kota Bontang tengah merancang pembangunan sirkuit balap pertama di kota tersebut. Proyek ambisius ini digadang-gadang tidak hanya akan menjadi pusat kegiatan olahraga otomotif, tetapi juga sebagai penunjang ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.

Rencana Lokasi: Di Lahan Eks PT Badak LNG

Pembangunan sirkuit balap ini rencananya akan mengambil tempat di lahan eks PT Badak LNG, tepatnya di kawasan buffer zone yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Lokasi ini dinilai strategis karena berada cukup dekat dengan pusat kota namun tetap memiliki ruang terbuka yang luas untuk pengembangan fasilitas.

“Lahan yang akan digunakan berada dalam zona aman dan tidak mengganggu pemukiman warga. Ini menjadi pertimbangan utama kami, selain aksesibilitasnya yang cukup baik,” ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Rizal Ramadhan, dalam konferensi pers pada Senin (8/4).

Lahan eks industri ini juga dinilai memenuhi syarat dari sisi keamanan dan kenyamanan untuk dijadikan kawasan olahraga permanen, terutama karena tidak berdekatan langsung dengan jalur padat lalu lintas maupun area rawan longsor.

Desain Awal dan Jenis Sirkuit

Rizal menyebutkan, sirkuit yang akan dibangun memiliki desain multifungsi. Tidak hanya digunakan untuk balap motor atau mobil, lintasan ini juga bisa difungsikan untuk kegiatan komunitas seperti drifting, road race, hingga pelatihan safety riding.

“Kami sedang menggandeng konsultan untuk membuat desain lintasan yang sesuai dengan standar nasional. Sirkuit ini juga diharapkan bisa digunakan untuk kejuaraan tingkat regional hingga nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiongkok Pimpin Investasi Asing di IKN, Suntik Dana Rp68,4 Triliun

Panjang lintasan diproyeksikan sekitar 1,2 hingga 1,5 kilometer, dengan lebar yang cukup untuk balapan roda dua maupun roda empat. Selain itu, fasilitas penunjang seperti paddock, tribun penonton, ruang medis, serta area UMKM juga akan disiapkan.

Target Pembangunan dan Sumber Pendanaan

Pemerintah Kota Bontang menargetkan proses pembangunan dimulai pada akhir tahun 2025. Saat ini, proyek masih dalam tahap perencanaan teknis dan kajian kelayakan. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pembiayaan proyek ini.

“Anggaran murni dari APBD tentu terbatas. Oleh karena itu, kita akan dorong skema kerja sama public-private partnership (PPP), atau bahkan sponsorship dari perusahaan besar yang memiliki kepedulian terhadap olahraga otomotif,” jelas Rizal.

Estimasi anggaran awal pembangunan sirkuit ini berada di kisaran Rp40 hingga Rp60 miliar. Angka ini dinilai realistis untuk membangun fasilitas berstandar nasional yang bisa bertahan dalam jangka panjang.

Dukungan Komunitas Otomotif

Rencana pembangunan sirkuit ini disambut antusias oleh komunitas otomotif di Bontang dan sekitarnya. Selama ini, para penghobi otomotif harus pergi ke Samarinda atau Balikpapan untuk mengikuti kejuaraan atau sekadar latihan di lintasan resmi.

“Ini kabar yang kami tunggu-tunggu. Sudah lama kami ingin ada fasilitas seperti ini di Bontang, agar anak-anak muda punya tempat yang aman dan legal untuk menyalurkan hobinya,” kata Andre Prasetyo, ketua komunitas Bontang Racing Team (BRT).

Andre juga menambahkan bahwa keberadaan sirkuit dapat mengurangi aksi balap liar di jalanan kota, yang selama ini menjadi masalah sosial tersendiri di kalangan remaja.

Baca Juga :  10 Fakta Kota Balikpapan yang Jarang Orang Ketahui

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Tak hanya dari sisi olahraga, pemerintah juga melihat pembangunan sirkuit ini sebagai peluang besar untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Dengan adanya sirkuit, berbagai event bisa digelar secara rutin, menarik pengunjung dari luar kota hingga luar provinsi.

“Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi juga investasi untuk masa depan ekonomi kota. Setiap event otomotif pasti melibatkan hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal,” ujar Wali Kota Bontang, Basri Rase, dalam kesempatan terpisah.

Basri juga menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi bagian dari rencana jangka panjang pengembangan kawasan olahraga terpadu di Bontang, yang nantinya juga akan mencakup fasilitas olahraga lain seperti stadion, gedung serbaguna, hingga jalur sepeda.

Langkah Selanjutnya

Setelah kajian awal rampung, pemerintah akan mengadakan konsultasi publik dan pelibatan komunitas agar sirkuit ini benar-benar menjadi ruang bersama. Selain itu, studi dampak lingkungan (AMDAL) juga akan segera disusun untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Pembangunan sirkuit ini akan kami kawal secara transparan dan akuntabel. Kami ingin ini menjadi ikon baru Bontang, bukan hanya proyek biasa,” tutup Rizal.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Bontang akan masuk peta kota-kota dengan fasilitas otomotif profesional di Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan. Kota kecil ini pun siap “gaspol” menuju era baru di dunia otomotif nasional.

Berita Terkait

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Samarinda Mengakibatkan Mobil Alphard Ringsek dan Tiga Orang Luka Berat
Neni Tegur Lurah yang Mangkir Rapat Paripurna
Pertamina Bungkam soal Ledakan Sumur Minyak Sangasanga
Pemotor Dilindas Fuso di Tanah Merah, Satu Tewas di Tempat
SMP 8 Bontang Tambah Rombel, Terkendala Ruang Kelas
Tren Transaksi Sabu di Apartemen Kaltim: Modus Baru Bandar Narkoba
Program Makan Bergizi Gratis di Bontang Kembali Tertunda, Warga Harapkan Kepastian
Angka Kemiskinan di Tanjung Laut Indah Capai 931 Jiwa, Pemkot Diminta Turun Tangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 13:55 WIB

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Samarinda Mengakibatkan Mobil Alphard Ringsek dan Tiga Orang Luka Berat

Selasa, 24 Juni 2025 - 14:14 WIB

Neni Tegur Lurah yang Mangkir Rapat Paripurna

Senin, 23 Juni 2025 - 14:43 WIB

Pertamina Bungkam soal Ledakan Sumur Minyak Sangasanga

Senin, 16 Juni 2025 - 14:17 WIB

Pemotor Dilindas Fuso di Tanah Merah, Satu Tewas di Tempat

Kamis, 12 Juni 2025 - 14:43 WIB

SMP 8 Bontang Tambah Rombel, Terkendala Ruang Kelas

Berita Terbaru