Yaman, 29 Mei 2025 — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa Israel serang Bandara Yaman dalam sebuah aksi militer yang mengundang kecaman luas. Serangan tersebut secara tragis menargetkan sebuah pesawat sipil yang tengah mengangkut jamaah haji asal Yaman menuju Tanah Suci.
Serangan udara ini terjadi pada Rabu pagi waktu setempat, saat Bandara Internasional Sanaa dipenuhi oleh keluarga dan kerabat yang mengantar keberangkatan para calon jamaah haji. Menurut saksi mata dan sumber dari otoritas bandara, ledakan keras mengguncang landasan pacu ketika sebuah pesawat komersial milik maskapai Yaman Airways tengah bersiap lepas landas.
Pesawat Jamaah Haji Jadi Target
Pesawat tersebut diketahui mengangkut lebih dari 170 penumpang, sebagian besar di antaranya adalah jamaah haji yang berasal dari berbagai wilayah di Yaman. Serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada badan pesawat dan fasilitas bandara, serta menewaskan sedikitnya 43 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Puluhan lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing berserakan dan kobaran api yang membakar sebagian area terminal keberangkatan. Suara tangisan dan kepanikan terdengar jelas dalam video yang kini telah tersebar luas di media sosial.
Israel Klaim Target Militer, Dunia Kecam Serangan
Pemerintah Israel mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan kepada fasilitas militer yang disebut-sebut digunakan oleh kelompok Houthi untuk menyelundupkan senjata dari Iran. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa fasilitas sipil di Bandara Sanaa digunakan untuk kepentingan militer.
Juru bicara militer Israel mengatakan, “Serangan ini ditujukan pada target strategis yang digunakan oleh milisi bersenjata untuk mengancam keamanan kawasan. Kami menyesalkan jatuhnya korban sipil, namun tindakan ini dilakukan demi kepentingan pertahanan nasional.”
Namun, komunitas internasional tidak tinggal diam. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta berbagai negara seperti Turki, Indonesia, dan Qatar mengecam keras tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum humaniter internasional.
“Menyerang fasilitas sipil, apalagi yang tengah digunakan untuk ibadah suci seperti haji, adalah pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia,” ujar Sekretaris Jenderal OKI dalam pernyataan resminya.
Reaksi Warga Yaman dan Dunia Arab
Di Yaman, amarah rakyat memuncak. Ribuan orang turun ke jalan di Sanaa dan kota-kota lain sebagai bentuk protes terhadap serangan tersebut. Mereka membawa poster bertuliskan “Hentikan Kejahatan Perang” dan “Jamaah Haji Bukan Target”.
Fatima Al-Hamdi, seorang kerabat korban, mengungkapkan kesedihannya, “Ibu saya seharusnya berangkat haji hari ini, impiannya sejak puluhan tahun. Tapi sekarang, yang saya temui hanya potongan koper dan abu.”
Negara-negara di dunia Arab menyuarakan solidaritasnya terhadap Yaman. Pemerintah Qatar dan Uni Emirat Arab mengumumkan pengiriman bantuan darurat serta membuka jalur diplomatik untuk menekan Israel agar menghentikan operasi militer terhadap infrastruktur sipil.
Bandara Ditutup, Ratusan Jamaah Tertunda
Setelah insiden Israel serang Bandara Yaman, pihak otoritas Yaman langsung menutup sementara operasional bandara demi alasan keamanan. Ratusan jamaah haji lainnya yang dijadwalkan berangkat dalam dua hari ke depan kini terpaksa menunggu kepastian penerbangan selanjutnya.
Kementerian Agama Yaman mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tengah berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi dan otoritas penerbangan sipil internasional untuk mencari solusi terbaik.
Sementara itu, sejumlah keluarga korban meminta dilakukan penyelidikan internasional terhadap insiden ini serta menuntut pertanggungjawaban dari Israel atas tindakan yang mereka sebut sebagai kejahatan perang.
Kecaman Internasional dan Potensi Ketegangan Baru
Serangan ini dinilai oleh banyak pengamat sebagai potensi pemicu eskalasi baru di kawasan yang sudah lama dilanda konflik. Analis Timur Tengah dari Al Jazeera, Dr. Khaled Mansour, menyebut serangan ini sebagai “langkah provokatif yang bisa memperluas medan perang”.
“Menyerang titik vital seperti bandara sipil, apalagi saat musim haji, bukan hanya menciptakan instabilitas, tapi juga menciptakan preseden buruk dalam hukum konflik bersenjata,” ujarnya.
Serangan Israel ke Bandara Yaman bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga menandai babak baru dalam ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dunia kini menanti respons dari lembaga-lembaga internasional, sambil berharap ada penyelesaian damai yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Insiden Israel serang Bandara Yaman menjadi peringatan serius bahwa pelanggaran terhadap hukum internasional harus mendapat perhatian dan sanksi yang tegas agar tidak menjadi norma baru dalam konflik bersenjata.











