Insiden lalu lintas yang melibatkan kendaraan mewah dan truk kembali mewarnai jalur utama di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di Jalan Poros Bontang-Samarinda. Peristiwa kecelakaan tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Desa Perangat, Kutai Kartanegara, pada Jumat sore sekitar pukul 18.00 WITA. Lokasi kejadian yang berada di tanjakan kuburan kilometer 60 menjadi saksi bisu benturan keras antara mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan sebuah truk bermuatan kosong.
Baca Juga : Clipper Video Profesional clippervideo.id: Investasi Tepat untuk Branding
Kronologi kejadian bermula saat truk melaju dari arah Bontang menuju Samarinda, sementara dari arah berlawanan, mobil Alphard tersebut sedang menempuh perjalanan menuju arah Bontang. Berdasarkan keterangan dari petugas Patroli Jalan Raya, kedua kendaraan tersebut terlibat tabrakan hebat yang mengakibatkan kerusakan parah, terutama pada sisi mobil Alphard. Dampak dari benturan ini sangat fatal bagi para penumpang kendaraan mewah tersebut, di mana tiga orang yang terdiri dari satu pengemudi dan dua penumpang dilaporkan mengalami luka berat.
Proses evakuasi di Jalan Poros Bontang-Samarinda tersebut berlangsung dramatis karena para korban sempat terjepit di dalam kabin mobil yang ringsek. Beruntung, petugas dibantu warga sekitar berhasil mengeluarkan para korban dan segera melarikan mereka ke fasilitas medis terdekat menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan darurat. Kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan signifikan sempat menjadi tontonan warga dan pengendara lain yang melintas di jalur tersebut.
Baca Juga : Serangan Israel ke Bandara Yaman: Pesawat Jamaah Haji Jadi Sasaran
Kecelakaan ini juga berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas yang menghubungkan dua kota besar tersebut. Karena posisi truk yang masih melintang dan menutupi sebagian badan jalan, kemacetan panjang tidak terhindarkan sehingga arus kendaraan sempat padat merayap. Petugas kepolisian di lapangan terpaksa menerapkan sistem buka tutup jalan untuk mengurai antrean kendaraan sembari menunggu proses pemindahan bangkai kendaraan selesai dilakukan. Hingga saat ini, pihak berwenang terus mengimbau para pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi jalur tanjakan dan tikungan tajam di sepanjang poros utama ini.











