Kecelakaan tragis kembali terjadi di Kabupaten Tanah Merah, Kalimantan Timur. Seorang pemotor dilindas fuso di jalan poros utama kawasan industri, Minggu pagi (15/6/2025). Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 WITA ini menggemparkan warga sekitar dan membuat arus lalu lintas sempat macet total selama hampir satu jam.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan berat di jalur vital industri Tanah Merah. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban adalah pria berusia 28 tahun berinisial RY, warga RT 04 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanah Merah.
Kronologi Kecelakaan
Menurut saksi mata di lokasi, kejadian bermula ketika korban melaju dari arah selatan menuju simpang tiga kawasan pergudangan. Ia mengendarai motor jenis matik dengan kecepatan sedang. Di saat bersamaan, sebuah truk fuso berwarna merah dengan nomor polisi KT 89XX YT juga melaju dari arah berlawanan.
“Korban sempat terlihat menyalip kendaraan di depannya, tapi dari arah berlawanan, truk fuso sudah sangat dekat. Diduga korban hilang keseimbangan lalu terjatuh dan langsung terlindas ban belakang truk,” ujar Anto, seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Korban tewas di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala dan dada. Jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Tanah Merah untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.
Sopir Truk Diamankan Polisi
Pasca kejadian, sopir truk fuso langsung diamankan oleh pihak kepolisian dari Unit Laka Lantas Polres Tanah Merah. Kapolres Tanah Merah, AKBP Dedy Permana, mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sopir serta mengumpulkan bukti dari CCTV dan saksi.
“Kami masih dalami penyebab utama kecelakaan. Sopir truk sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Kami juga akan periksa kondisi kendaraan, termasuk rem dan surat-suratnya,” ujarnya dalam keterangan pers.
Dedy mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di jalur padat dan rawan kecelakaan seperti di kawasan industri Tanah Merah.
Pemotor Dilindas Fuso, Jalanan Jadi Sorotan
Kawasan Tanah Merah memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kalimantan Timur. Aktivitas kendaraan besar seperti fuso, trailer, dan truk kontainer sangat tinggi karena banyaknya gudang, pelabuhan, dan proyek pembangunan yang beroperasi di daerah tersebut.
Insiden pemotor dilindas fuso kali ini memicu kembali sorotan terhadap kurangnya pengawasan lalu lintas di area tersebut. Beberapa warga menyebut lampu lalu lintas dan marka jalan di lokasi kejadian tidak memadai, bahkan sebagian rusak dan tidak berfungsi sejak beberapa bulan terakhir.
“Di sini sering banget truk besar ngebut, apalagi pagi hari. Kami minta ada pos polisi tetap di perempatan ini,” kata Aini, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Keluarga Korban Harap Keadilan
Pihak keluarga korban menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Mereka berharap ada penegakan hukum yang adil dan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden yang merenggut nyawa RY.
“Adik kami orang baik, pekerja keras. Dia baru saja dapat pekerjaan baru sebagai teknisi listrik. Kami tidak ingin kejadian ini ditutup-tutupi,” ucap kakak korban, di RSUD Tanah Merah.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil visum dan berencana memakamkan korban di pemakaman keluarga di Kelurahan Kampung Baru.
Evaluasi Jalur Rawan Kecelakaan
Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Merah menyatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap jalur-jalur yang rawan kecelakaan berat. Kepala Dishub Tanah Merah, Hendra Muliawan, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian serta Balai Jalan Nasional untuk memasang rambu tambahan dan memperbaiki marka jalan.
“Kejadian pemotor dilindas fuso ini menjadi catatan penting. Kita tidak boleh menunggu korban jiwa berikutnya baru bertindak,” tegasnya.
Hendra juga mengimbau pengusaha dan perusahaan transportasi untuk memberikan pelatihan keselamatan berkendara kepada sopir-sopir truk berat, terutama yang beroperasi di area permukiman padat dan jalan sempit.
Kesadaran Berlalu Lintas Harus Ditingkatkan
Kecelakaan ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pengendara sepeda motor diminta tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga waspada terhadap kendaraan besar yang memiliki blind spot cukup luas.
“Selalu pastikan jarak aman dan jangan mendahului sembarangan, terutama di jalur truk. Kita tidak tahu apakah sopir bisa melihat kita atau tidak,” ujar Sertu Marwan, anggota Babinsa yang ikut mengamankan lokasi kejadian.











