Tiongkok Pimpin Investasi Asing di IKN, Suntik Dana Rp68,4 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru. Dalam upaya menarik investasi dari berbagai negara, Tiongkok muncul sebagai negara paling agresif dalam menanamkan modalnya. Hingga Mei 2025, investasi Tiongkok di IKN tercatat mencapai Rp68,4 triliun, menjadikannya penyumbang terbesar dari seluruh negara asing yang berpartisipasi.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa investasi dari Tiongkok mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, energi, teknologi hingga sektor properti. Angka tersebut sekaligus menunjukkan komitmen serius Tiongkok dalam mendukung visi jangka panjang pembangunan IKN yang dirancang menjadi kota pintar berkelanjutan.

Dominasi Tiongkok dalam Investasi Asing di IKN

“Dari seluruh negara yang telah menyatakan komitmen investasi di IKN, Tiongkok menjadi yang paling konkret dan besar. Mereka tidak hanya menyatakan minat, tetapi juga sudah mulai realisasi fisik di lapangan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/5/2025).

Menurut data Kementerian Investasi, dari total komitmen investasi asing di IKN yang mencapai Rp130 triliun, lebih dari 50 persen berasal dari Tiongkok. Negara-negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Uni Emirat Arab juga menunjukkan ketertarikan, namun masih dalam tahap penjajakan atau negosiasi.

Beberapa proyek besar yang melibatkan investor Tiongkok antara lain pembangunan kawasan industri teknologi hijau, sistem transportasi pintar, hingga pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Baca Juga :  Hasil Uji Laboratorium Ungkap Pencemaran Limbah oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

Mengapa Tiongkok Tertarik pada IKN?

Analis ekonomi menilai bahwa investasi Tiongkok di IKN merupakan bagian dari strategi geopolitik dan ekonomi jangka panjang Negeri Tirai Bambu di kawasan Asia Tenggara. Selain potensi keuntungan ekonomi, investasi ini memperkuat posisi Tiongkok sebagai mitra strategis utama Indonesia.

“Pembangunan IKN membuka peluang kerja sama di berbagai sektor, dan Tiongkok melihat ini sebagai ladang investasi strategis. Selain nilai ekonominya, mereka juga ingin memperkuat pengaruh politik dan teknologinya di kawasan,” ujar ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal.

Selain itu, Indonesia merupakan mitra penting dalam proyek ambisius Tiongkok, Belt and Road Initiative (BRI), dan pengembangan IKN sangat sejalan dengan visi tersebut. Kehadiran perusahaan-perusahaan besar asal Tiongkok di IKN juga menunjukkan bahwa kerja sama ini bukan sekadar diplomasi, melainkan investasi nyata.

Respon Pemerintah dan Jaminan Kepastian Investasi

Pemerintah Indonesia menyambut positif peran aktif Tiongkok dalam pembangunan IKN. Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa kerja sama dengan investor asing, termasuk Tiongkok, dilakukan dengan tetap menjaga kepentingan nasional dan prinsip keberlanjutan.

“Kita membuka diri terhadap investasi, tapi tetap mengutamakan keberlanjutan, keterbukaan, dan kepastian hukum. Tidak ada proyek yang boleh merugikan rakyat atau merusak lingkungan,” ujar Presiden Jokowi.

Untuk itu, pemerintah menjamin kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, hingga kepastian hukum bagi para investor. Otorita IKN juga terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat proses pembangunan dan realisasi investasi.

Baca Juga :  Mengenal Desa Wisata Jagoi Babang, Desa Wisata Favorit 2024

Dampak Investasi Tiongkok terhadap Pembangunan IKN

Masuknya investasi Tiongkok di IKN diperkirakan akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan kawasan strategis lainnya. Proyek seperti jalan utama, jembatan penghubung antar zona, fasilitas energi bersih, serta pembangunan hunian dan fasilitas umum telah mulai berjalan sejak akhir 2024.

Dengan dana besar yang digelontorkan, investasi ini turut menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan membuka peluang bagi pelaku usaha dalam negeri untuk berpartisipasi melalui skema kerja sama atau kemitraan.

Namun demikian, sejumlah kalangan mengingatkan pentingnya pengawasan agar investasi asing tidak mendominasi sepenuhnya pembangunan IKN. Keterlibatan BUMN dan pengusaha nasional harus tetap menjadi prioritas.

Momentum Strategis bagi IKN dan Indonesia

Dominasi investasi Tiongkok di IKN menjadi sorotan publik dan pengamat ekonomi. Meski menimbulkan pro dan kontra, kehadiran Tiongkok membawa dampak positif dalam mempercepat pembangunan ibu kota baru yang diharapkan akan menjadi simbol kemajuan Indonesia masa depan.

Dengan pendekatan yang terukur, keterbukaan terhadap investasi asing tetap bisa dijalankan tanpa mengorbankan kedaulatan dan keberlanjutan. Tiongkok kini memimpin, namun Indonesia tetap memegang kendali atas arah pembangunan IKN.

Pemerintah berharap kepercayaan Tiongkok akan menjadi katalis bagi investor lain untuk turut serta membangun IKN, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai poros pertumbuhan baru di kawasan Asia Pasifik.

Berita Terkait

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Samarinda Mengakibatkan Mobil Alphard Ringsek dan Tiga Orang Luka Berat
Neni Tegur Lurah yang Mangkir Rapat Paripurna
Pertamina Bungkam soal Ledakan Sumur Minyak Sangasanga
Pemotor Dilindas Fuso di Tanah Merah, Satu Tewas di Tempat
SMP 8 Bontang Tambah Rombel, Terkendala Ruang Kelas
Tren Transaksi Sabu di Apartemen Kaltim: Modus Baru Bandar Narkoba
Maraknya Tambang Ilegal di Kaltim: Janji Aparat Dipertanyakan, JATAM Angkat Bicara
Program Makan Bergizi Gratis di Bontang Kembali Tertunda, Warga Harapkan Kepastian
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 13:55 WIB

Kecelakaan di Jalan Poros Bontang-Samarinda Mengakibatkan Mobil Alphard Ringsek dan Tiga Orang Luka Berat

Selasa, 24 Juni 2025 - 14:14 WIB

Neni Tegur Lurah yang Mangkir Rapat Paripurna

Senin, 23 Juni 2025 - 14:43 WIB

Pertamina Bungkam soal Ledakan Sumur Minyak Sangasanga

Senin, 16 Juni 2025 - 14:17 WIB

Pemotor Dilindas Fuso di Tanah Merah, Satu Tewas di Tempat

Kamis, 12 Juni 2025 - 14:43 WIB

SMP 8 Bontang Tambah Rombel, Terkendala Ruang Kelas

Berita Terbaru